Kebocoran Soal Ujian

Tanda lapuknya suatu bangunan adalah terjadinya kebocoran, baik dinding atap maupun bagian-bagian penyangga bangunan tersebut. Lapuk bukan berati telah dimakan usia. Lupuk bisa saja komposisi penyusunya tidak stabil dan asal jadi pada saat pembuatanya.

Pada saat hujan, kebocoran atap membuat susah dan menjadi masalah besar. Lantai menjadi basah karena air, juga kayu-kayu atap menjadi kuyup dan merapuh. Celakalah bagi bangunan yang atapnya sudah bocor. Dibutuhkan daya dan upaya untuk menambal bahkan mungkin sampai mengganti semua dengan yang baru

Kebocoran itu dimulai dari celah kecil, yang dibiarkan. Kemudian bertambah besar jika tidak segera diperbaiki. Jika kebocoran itu masih kecil tidak akan begitu merepotkan dan bermasalah. Tapi dari kebocoran kecil yang tidak segera ditangani inilah, kita telah memberi sambutan selamat datang pada kehancuran awal.

Kita lihat prajurit yang gagah berani, ditempa masalah dan ujian demi ujian. Tumbuh menjadi figur tanggung jawab dan mandiri. Ujian adalah bagian terpenting dalam penempaan seorang pada saat dia akan naik peringkat . Jika tidak ada ujian, maka kelulusan seseorang bidang tersebut dipertanyakan. Ujian itu dilalui agar kita semua tau, seorang itu telah layak melanjutkan ke jenjang berikutnya atau belum. Jadi ujian bukan beban, tapi keharusan. Ujian bukan masalah, tapi penyelesai masalah.

Ujian akan mempersiapkan kita sudah siap atau belum jika ditempa dengan ujian selanjutnya. Jika seseorang dinyatankan tidak lulus, maka jangan sekali-kali berbuat hal yang tidak perlu agar dapat melaju kepada jenjang berikutnya. Karena dia membohongi dirinya sendiri untuk menyetujui sebuah keculasan, dia juga telah mengecewakan banyak orang.

Sekecil apapun kecurangan, akan merugikan diri sendiri juga orang lain. Kecurangan itu akan membekas, mengerak dan membekas.Bahkan jika dilakukan berulang-ulang akan menjadikan sebuah watak kokoh namun kotor didalam jiwanya. Dan watak inilah nanti yang akan menjadi cirikhas kepribadian seseorang. Alangkah menyedihkan sekali jika watak kokoh yang ada dalam jiwa adalah bangunan kotor tidak terpuji. Bangunan yang berisi intrik jahat dan tidak terpuji, akan berakibat pada perbuatan, ucapan yang juga selalu kotor.

Kita tidak tau alasan kenapa kita selalu mengucapkan kata kotor dan kasar tiap kita bicara. Itulah salah satu dampak dari bangunan kotor yang telah kita pupuk agar berkembang. Kita tidak sadar, setiap kita melakukan hal negatif kita telah memupuk diri kita menjadi pribadi yang rusak jauh dari kata baik. Lama kelamaan berkarat hingga tak ada sesuatu apapun yang bisa masuk memberi pesan yang baik. Jika jiwa kita selalu menolak hal baik yang ingin menjadikan kita lebih baik, maka benar kiranya jika jiwa kita telah tersusun dari bangunan kotor tadi.

Manusia sesuai fitrahnya menyukai hal-hal yang baik, yang positif. Jika dalam hatinya tidak tergerak iba jika melihat hal negatif, artinya nuraninya telah mati. Jika kita melihat adik kita kadapatan melakukan hal tidak terpuji seperti mencontek, nurani kita akan tergerak untuk menegur dan mengarahkannya. Tapi lihat diri kita, tindak kecurangan kita tidak ada yang tahu selain Alloh, kemudian kita tetap menikmati detik-detik keculasn kita. Sungguh kita orang yang hanya bisa menilai dan menghukumi terhadap orang lain

Jika kita bukanlah bagian dari para penyadur, plagiat dan pencontek maka jangan sekali kali mencoba atau mendekatinya. Mencontek sama dengan korupsi. Penyakit hati yang jarang disinggung dalam forum keilmuan umum. Suatu penyakit yang berjangka panjang menggrogoti rongga kepercayaan diri kita. Jika kepercayaan diri kita tiap hari tergrogoti, akan ada waktu diman kita tidak punya kepercayaan dan keberanian diri. Adapun jika kita tergolong orang yang dalam tahap mencoba berbuat curang, dalam hal ini mencontek, segeralah bertaubat kepada Alloh. Tetapkan tegad agar dalam kegiatan apapun jangan sekali-kali mendekati kecurangan.(Am)