Bermimpilah melebihi batasan yang lain!

Musim akhir sekolah adalah masa terberai ratusan ribu siswa kelas xii untuk melaju kejenjang perguruan tinggi. Di Indonesia PTN adalah favorit utama target mereka berlabuh. Selain biaya dan kualitas, beasiswa juga banyak ditawarkan. Alhasil persiapan ujian masuk PTN melebihi konsentrasi ujian sekolah. Mereka tampak lebih serius dengan persiapan yang telah ditata jauh hari.

Lolos dan menjadi mahasiswa kampus yang diinginkan bagaikan mendapat kemujuran luar biasa. Rasa syukur tak habis dua hari tiga malam. Senyum tak pudar berbulan-bulan. Betapa hidup telah terkondisikan sempurna. Seumpama kesuksesan telah nyata dan tak bisa dipisahkan dari jalan takdirnya.

Kebahagiaan lolos ke PTN memang seperti menjadi final ujian tingkat dasar. Setelah ujian nasional dan ujian sekolah tak menjadi patokan kelulusan sekolah seperti dulu. Bersyukur adalah langkah tepat pertama kita mendapat anugrah dan kesempatan yang baik. PTN bukan lah akhir, tapi tempat ditempanya lagi kalian menjadi manusia yang siap hidup ditengah masyarakat.

Dari puluhan bahkan ratusan ribu pendaftar ternyata hanya berapa bagian dari itu yang lolos, sisanya mereka harus mencari jurusan yang sama di kampus swasta. Apakah harus dirundung duka? Tidak usah berlebihan, selagi kita serius bertujuan mencari ilmu dan bekal dimasa depan segala kegigihan akan mendapat hasilnya.

Jika kalian ingin masuk UI kenapa kalian hanya masuk untuk menjadi mahasiswanya, apakah jika kalian tidak bisa jadi mahasiswa lantas tidak bisa menjadi dosen disana?

Kaliamat diatas adalah pemecah kebuntuaan, harapan baru bahwa apa yang kita pikirkan sempit akan menyempit pada ujungnya. Tapi jika kita bisa melihat jalan lain, kita dapat melampaui target kita lebih jauh.

Jadi segala sesuatu tidaklah perlu dirisaukan sedalam-dalamnya. Serahkan semua pada Alloh sang pemilik kuasa, sekenario yang telah rampung. Kita jalani dengan baik dan selalu berdoa agar dapat terus dalam koridor keimanan dan taqwa.(Am)