SMA Muhammadiyah Cileungsi bekerjasama dengan Puskesmas Cileungsi Menyelenggarakan Program Vaksinasi terhadap 1000 orang siswa.

SMA Muhammadiyah Cileungsi bekerjasama dengan Puskesmas Cileungsi Menyelenggarakan Program Vaksinasi terhadap 1000 orang siswa.

Pembelajaran Tatap Muka sudah mulai gencar digaungkan. Beberapa sekolah telah mendapat restu dari pihak berwajib untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Bagai angin segar, setelah hampir dua tahun pembelajaran dilakukan secara online mengakibatkan kejauhan dan kerinduan akan belajar bersama disekolah, kini tibalah kabar baik tersebut.


Pemerintah telah melihat penurunan dan potensi keamanan diadakannya PTM bagi sekolah dasar dan menengah. Namun masih tetap dilaksanakan dalam suasana protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Penggenjotan vaksinasi hampir selesai didistribusikan kepada seluruh masyarakat dewasa, sampai akhirnya usia sekolah mulai mendapat giliran.


Beberapa fasilitas kesehatan terutama puskesmas telah ditunjuk mengadakan Vaksinasi. Namun dengan keterbatasan tempat dan banyaknya calon penerima vaksin maka beberapa tempat seperti sekolah-sekolah difungsikan menjadi tempat vaksinasi masal ini.


SMA Muhammadiyah Cileungsi telah sukses mengadakan pelayanan vaksinasi bagi para tenaga pendidik Juni lalu. Tampaknya kepercayaan masyarakat umumnya dan tenaga kesehatan telah mengerucut dan menetapkan kembali sekolah ini menjadi tuan rumah diadakan vaksinasi masal untuk siswa-siswi sekolah. Baik lingkungan perguruan Muhammadiyah dan beberapa sekolah menengah setingkat SMA sekitar.

Hari ini, vaksinasi telah sukses dilakukan terhadap 1000 lebih siswa dengan baik dan lancar. Menanggapi hal itu kepala sekolah SMAMCi sebutan akrab sekolah ini, mengapresiasi timnya yang terdiri dari para guru dan dibantu guru perwakilan sekolah sasaran vaksin. Menurutnya momen ini adalah pemanasan dari sebuah kegiatan yang lebih besar, yaitu vaksinasi untuk orang tua siswa dan warga sekitar sekolah yang diperkirakan akan diikuti oleh 3000 calon penerima vaksin. Yudianto, S.Pd. menekankan bahwa, Jika pada vaksinasi sekarang berjalan lancar maka tim kami akan siap menghadapi event yang lebih besar tersebut, tandasnya.

Sistem Ujian Berbasis Cbt Di Tengah Pandemi

Sistem Ujian Berbasis Cbt Di Tengah Pandemi

Di era digital 4.0, hampir semua layanan berbasis internet. Termasuk, sistem ujian bagi siswa di sekolah. Di SMA Muhammadiyah Cileungsi menerapkan sistem ujian berbasis CBT (Computer Based Test). Maka dari itu, di tengah situasi pandemi Covid 19 yang belum juga reda, siswa-siswi SMA Muhammadiyah Cileungsi melaksanakan ujian kenaikan kelas secara online yang dapat dikerjakan dari rumah maupun di sekolah.

Pihak sekolah memutuskan untuk menggunakan sistem ujian CBT, agar para siswa-siswi merasa nyaman, tenang, tidak merasa ketakutan dan stres. Sehingga, perlu alat-alat penunjang yang familiar seperti Laptop, PC, dan handphone berbasis android. Dalam teknis pengerjaan soal pada prinsipnya tidak ada kesulitan. Siswa terlebih dahulu menghubungkan perangkat ke jaringan internet, selanjutnya login dengan Username dan Password masing-masing dan memasukan Token ujian lalu mengerjakan soal dan klik jawaban yang dianggap benar.

Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis CBT tidak memiliki kendala yang berarti, salah satu kendala kecil yang ditemui pada saat pelaksanaan Ujian adalah kondisi jaringan yang tidak stabil dan jika ada pemadaman listrik secara mendadak. Selain lebih memudahkan para siswa untuk mengerjakan soal, dengan menggunakan aplikasi ujian berbasis CBT, para siswa dituntut untuk jujur dan percaya pada kemampuan masing-masing sehingga tidak melakukan kecurangan, karena soal-soal yang yang dikerjakan diacak oleh sistem komputer server baik untuk soal maupun untuk opsi jawaban, begitu juga untuk guru mata pelajaran, sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini karena hasil ujian sudah terkoreksi secara otomatis. (yunita)

Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Sekolah

Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Sekolah

Penyebaran virus corona atau Covid-19 belum kunjung reda hingga saat ini. Sebagai salah satu ikhtiar dalam memutus mata rantai Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tim yang tergabung di Tim Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 SMA Muhammadiyah Cileungsi melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan sterilisasi.

Disinfektan merupakan proses dekonteminasi yang menghilangkan atau membunuh segala hal terkait mikroorganisme (baik virus dan bakteri) pada objek permukaan benda mati. Ini yang membedakan disinfeksi dengan antiseptik. Kalau antiseptik, membunuh atau menghambat mikroorganisme pada jaringan hidup. Sasaran penyemprotan antara lain di lingkungan ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, perpustakaan, ruang lab, toilet, masjid, taman, lobby sekolah dan sekitarnya.

Penyemprotan cairan disinfektan sterilisasi ini dilakukan secara rutin. Namun, kalau dipandang perlu dan darurat bisa saja dilakukan penyemprotan cairan disinfektan sterilisasi setelah kegiatan sekolah berlangsung. Hal ini merupakan upaya pencegahan untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19.

Tim yang bertugas di lapangan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) berdasarkan Standar Operasi Prosedur (SOP) penyemprotan Covid-19. APD yang digunakan diantaranya wajib memakai baju hazmat, memakai masker dan sarung tangan dan memakai sepatu boot. Tim yang bertugas tidak diperkenankan menyentuh benda berupa apapun selain dari peralatan tim, guna menghindari dan meminimalisir resiko penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tetap semangat, tingkatkan iman kita kepada Allah SWT, agar imunitas tetap terjaga, dan kesehatan kita aman terkendali, semoga pandemi Covid 19 segera berakhir. Aamiin. (yunita)

Kisah Inspiratif KH Ahmad Dahlan, Makan dengan piring kosong?

Kisah Inspiratif KH Ahmad Dahlan, Makan dengan piring kosong?

KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, pernah kedatangan tamu dari jauh. Sang tamu, sebut saja Pak Samsul, asal Cirebon, sangat tertarik dengan ajaran Kyai Dahlan.

Kalimat “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah” sangat menarik hati Pak Samsul. “Inilah cara berjuang yang benar untuk menegakkan Islam,” batin Pak Samsul takjub dengan moto Muhammadiyah tersebut.

Ajaran inilah yang membuat Muhammadiyah cepat besar di mana-mana, di seluruh Indonesia. Kader-kader Muhammadiyah, meski bukan orang kaya, mampu mendirikan sekolah-sekolah berkualitas prima, mulai SD, SMP, SMA, STM, Aliyah sampai Perguruan Tinggi. Begitu pula rumah sakit Muhammadiyah. Tumbuh menjadi rumah sakit besar, lengkap, dan berkualitas. Semua ini berkat mantra “Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”

Pak Samsul ingin mengenal inisiator mantra sakti tadi. Seberapa hebat sih ulama bernama KH Ahmad Dahlan atau biasa disapa Kyai Dahlan itu? Apakah dia orang kaya?

Pak Samsul pergi ke Yogya, naik kereta api dari Stasiun Graksan, Cirebon. Turun di stasiun Yogya, Pak Samsul langsung naik andong ke Kauman. Sampai Kauman, hari sudah mulai petang. Menjelang Maghrib.

“Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.” Pak Samsul mengucapkan salam di depan pintu rumah Kyai Dahlan.

“Waalaikum Salam Warakhmatullahi Wabarakaatuh,” jawab Kyai Dahlan dari dalam rumah. Kyai Dahlan saat itu sudah siap-siap mau ke masjid Kauman.

Sang tamu pun diajak duduk. Pak Samsul memperkenalkan diri dan menjelaskan kedatangannya ke Yogya. Ia ingin silaturahmi kepada Kyai Dahlan dan minta nasihat agama.

Azan Magrib dengan suara indah, mengalun dari Masjid Kauman. Kyai Dahlan pun mengajak tamunya untuk salat Magrib. Sebelum berangkat ke masjid, Kyai Dahlan menemui istrinya, Nyai Walidah untuk menyediakan makanan.

“Kang Mas, nasinya tinggal satu piring. Lauknya pun hanya tahu dan tempe.”

“Ya sudah, siapkan saja untuk tamu.”

“Nanti Kang Mas makan apa?”

“Tak usah makan. Tapi Nyai sediakan piring kosong, sendok, dan air segelas di meja yang berseberangan dengan tamu. Saya nanti pura-pura makan. Tolong lampunya matikan agar tamu tak melihat piring kosong.”

Usai salat Maghrib dan Isya, Kyai Dahlan langsung mengajak tamunya pulang.

“Kita makan dulu ya. Pak Samsul datang dari jauh, mungkin belum makan.”

Pak Samsul yang memang sudah lapar, mengangguk. Ia tersenyum. “Terimakasih Kyai atas ajakan makannya.”

Sampai di rumah, ternyata suasananya gelap. Ruang makan dan ruang tamu pun gulita.

“Pak Samsul, maaf ya, tadi baru saja lampunya mati. Minyaknya habis. Saya sedang minta bantuan tetangga untuk membelikan minyak tanah ke warung sebelah. Kita makan saja, nanti kelaparan. Saya juga sudah lapar,” jelas Kyai.

Kyai Dahlan pun menuntun tamunya untuk duduk di meja makan yang sudah tersedia nasi, lauk, dan air minum. Sedangkan Kyai duduk di seberang meja, berhadapan dengan tamu, dengan piring kosong dan segelas air putih.

“Monggo Pak Samsul. Silahkan dinikmati makanannya. Maaf makanannya sederhana.”

“Terimakasih Kyai,” kata sang tamu.

“Enak sekali masakannya,” tambah Pak Samsul untuk menyenangkan tuan rumah. Ia tampak makan dengan lahap. Mungkin lapar karena habis menempuh perjalanan jauh.

Kyai Dahlan pun ikut “makan” menemai tamu di piring kosong. Sendoknya sengaja diadu dengan piring “klotak-klotak” seakan sedang menyendok makanan. Kyai Dahlan juga minum air dan menaruh gelasnya agak keras di meja. Pak Samsul makan dengan senang hati karena ditemani orang yang dikaguminya.

Usai makan, piring segera dibawa Nyai Walidah ke belakang. Setelah itu, Kyai Dahlan mengajak Pak Samsul duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian, lampu pun dinyalakan lagi.

Pak Samsul puas. Menikmati makananan yang disediakan Nyai Dahlan. Kyai Dahlan pun senang, bisa menghormati tamunya.

Itulah akhlak Kyai Ahmad Dahlan. Sangat menghormati tamunya seperti dicontohkan Rasulullah. Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari hidup di Muhammadiyah! Itulah bentuk lain dari akhlak Muhammadiyah untuk menghormati manusia seperti dicontohkan Kyai Dahlan terhadap Pak Samsul. Muhammadiyah membangun sekolah di mana-mana. Membangun rumah sakit di mana-mana. Tujuannya: agar semua manusia hidup terhormat. Mendapatkan pendidikan dan memperoleh layanan kesehatan. (ziz)